Soal Limbah PT Panca Rasa Pratama, Riono: Kita Tunggu Aja Dulu

3 min read

Hariansiber.com|Tanjungpinang – Warga Perumahan Griya Indonusa sangat merasa kecewa karena hingga saat ini tidak ada titik terang terkait permasalahan limbah dari PT Panca Rasa Pratama (PRP) atau yang dikenal Pabrik Teh Prendjak yang telah mencemarkan aliran air (sungai) diwilayah perumahan tersebut.

pembuangan limbah ini sudah terjadi sejak tahun 2018, namun belum ada solusi yang diberikan oleh pihak PT bahkan ratusan kepala keluarga mengalami dampaknya yang di aliri limbah di belakang perumahan warga. karena sungai yang dialuru limbah itu digunakan untuk aktivitas warga terutama anak-anak.

Sebelnya beberapa waktu lalu Pihak DLH, Lurah Air Raja, RW dan RT mendatangi Polresta Tanjungpinang dan langsung di terima Wakapolresta Tanjungpinang AKBP Arif Robby Rahman. SH untuk membuat laporan resmi agar ditindak lebih lanjut, agar itu menjadi pijakan dasar awal dalam penindakan dan mencari apa solusinya.

Yanti selaku Ketua RT 03 Perumahan Griya Indonusa menerangkan pencemaran limbah yang sudah bertahun-tahun tersebut sangat merugikan warga sekitar. Bukan hanya masalah limbah saja, masalah polusi udara, suara pabrik yang bising.

“Kami sudah buat laporan, baik itu ke polisi, instansi terkait, tapi sampai hari ini masyarakat belum mendapat jawaban pasti.
“Jangan sampai warga akan bertindak sendiri apabila tidak ada solusi dan titik terang dari polisi dan DLH Tanjungpinang,” ujarnya kesalnya, Kamis ( 1/12 ).

Dirinya juga menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, yang selama ini tidak ada tindakan nyata sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Warga tidak minta DLH berpihak ke warga, tapi bekerja lah sesuai prosedur, ambil tindakan tegas untuk masalah lingkungan. Tolong berikan kami jawaban dan solusi dari semua laporan kami dari tahun ke tahun,” tambah Yanti lagi.

begitupun dengan Ketua RW 8 M Muklis Basyir Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Dirinya juga tidak akan berhenti sampai disini untuk menuntut kasus tersebut.

Namun ia cukup apresiasi atas kinerja kepolisian resort Tanjungpinang yang terus memberi informasi sudah sejauh apa perkembangan laporan mereka.

“Nanti sore beliau (Kanit)akan mengirimkan surat perkembangan penyidikan ke saya,” ujarnya.

Selain itu, Kata Basyir, berdasarkan informasi dari Kanit, bahwasanya dua hari yang lalu mereka sudah berkunjung ke DLH untuk meminta keterangan. Namun, kepala bidang yang bersangkutan belum bersedia menyampaikan perkembangan.

“Namun demikian kami tetap menunggu dari pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan kami,” tukasnya.

Ia juga menjelaskan, pada beberapa hari yang lalu, dirinya sudah menghubungi Kepala Bidang Pengawasan DLH Kota Tanjungpinang untuk mempertanyakan perkembangan sampel limbah untuk mencari tahu berbahaya atau tidak yang diambil oleh petugas DLH pada 17 November 2022 lalu.

“Saya sudah menanyakan apakah sudah diperiksa atau belum namun belum ada jawaban. Karena DLH tidak memiliki peralatan menentukan bahaya atau tidak jadi dikirim ke Kota Batam. Pada tahun 2021 juga DLH merekom agar perusahaan pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Saya juga belum dapat jawaban apakah perusahaan sudah membuat IPAL atau tidak karena nyatanya sampai saat ini limbah itu masih ada,” katanya gusar.

Riono selaku kepala dinas Dlh kita Tanjungpinang yang dikonfirmasi mengatakan bahwa warga sudah melapor ke polisi. kemudian media ini mempertanyakan tentang sampel yang sudah diambil pihak DLH dan Riono menjawab singkat, “Sebaiknya kita tunggu saja dulu”, jawabnya.

ia juga menambahkan
Laporan pengawasannya juga sedang disusun.

(Lanni Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *