Somasi Tak digubris, Lembaga KPK Lapor Satgas Mafia Tanah

2 min read

Hariansiber.com|Tanjungpinang-sengketa lahan yang terjadi antara Rubikan dan Rianto di pinggir jalan raya Busung, samping stadion Megat Alang perkasa, seri Kuala Lobam, Bintan Utara memasuki babak baru. kades Busung, Rusli yang sudah disomasi lembaga komando pemberantasan korupsi (LKPK) provinsi ternyata tidak menggubris somasi tersebut.

sudah hampir 2 pekan berlalu, Lembaga pimpinan Kennedy Sihombing tersebut tidak mendapat tanggapan dari Rusli selaku Kades Busung. Akhirnya memilih jalur hukum dengan melaporkan masalah lahan Rubikan ke satgas mafia tanah Kejati Kepri, Rabu (23/11).

Anggota LKPK, Saut Simangungsong dan Een Saputro menjabarkan poin-poin yang mereka jadikan dasar laporan. surat bernomor 144/Lembaga KPK/Kepri/XI/2022 perihal permohonan dilidik, dugaan mafia tanah.

berdasarkan surat pernyataan riwayat tanah yang telah dikembalikan PT. Serai Wangi tanggal 8 Oktober 1990 oleh pimpinan perusahaan PT.Serai wangi Gatot Soetianto diterima Abu Bakar yang disaksikan kepala desa waktu itu Muhammad Rasyid.

Belakangan diketahui ditanah kelompok Abu Bakar (Rubikan) terbit sporadik atas nama Rianto. Dikonfirmasi kepala desa busung Rusli mengatakan penerbitan surat sporadik atas nama Rianto berdasarkan tukar guling dari PT Surya Bangun Pertiwi (SBP) pada Februari 2022.

sementara sporadik yang sudah diterbitkan atas nama Rianto ada 2 bidang tanah. yakni register 17/SKL/2022 dengan luas 2 hektar dan register 18/SKL/2022 luas 1 ha.

dalam berita acara perjanjian tukar guling nomor 018/SBP-LGL/II/2022 terdapat nama Rubikan selaku sempadan timur. dan Rubikan selaku sempadan tidak pernah dimintai tanda tangan tiba-tiba muncul sporadik diatas tanahnya atas nama Rianto.

“itulah poin-poin penting dasar laporan kami ke satgas mafia tanah. kami melihat ada kejanggalan-kejanggalan prosedur pembuatan surat sporadiknya”, ungkap saut.

ditambahkan Een Saputro yang ditukar guling SBP bukan asetnya melainkan milik warga.

sedikit penjabaran, sebelumnya lahan yang kini di klaim milik Rianto itu adalah milik kelompok Tani Abu Bakar yang mana Rubikan adalah salah seorang pemilik lahan.

lahan tersebut dipakai oleh PT Serai wangi untuk penambangan pasir tanggal 8 Oktober 1990. Dan antara pihak penambang dengan pihak pemilik lahan disepakati jika pihak penambang tidak lagi beroperasi dengan sendirinya tanah tersebut berpindah hak. Saat itu kepala desa (kades) yang menanda tangani perjanjian itu bernama Mohm. Rasyid, dan ikut ditanda tangani oleh direktur utama serai wangi Gatot soetianto dan 12 orang dari pihak Abu Bakar (pemilik lahan)

Namun tiba-tiba lahan tersebut di klaim milik Rianto hasil dari tukar menukar lahan dengan PT Surya bangun Pertiwi (SBP). Menurut pengakuan Rianto sendiri, ia memiliki lahan di dekat kawasan industri Lobam. lahan tersebut lah yang ditukar dengan lahan Busung yang kini jadi sengketa dengan Rubikan.

padahal lahan yang berlokasi di samping stadion Megat Alang belum pernah dibebaskan SBP.

uniknya lagi, dalam Bundelan surat pernyataan penguasaan phisik/sporadik atas nama Rianto itu dengan jelas disebut berbatasan dengan tanah/kebun Rubikan. seperti Persil 861 blok lkw, surat keterangan tanah nomor 117/BS/XII/1990 atas nama Katijo, sempadan sebelah timurdisebut berbatasan dengan tanah/kebun Rubikan. Namun Rubikan tidak pernah dimintai untuk tanda tangan sempadan.

Rusli kades Busung yang dikonfirmasi untuk balance hingga berita ini sampai kemeja redaksi tidak menjawab kendati sudah membaca konfirmasi media ini.

(Lanni Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *