suasana ricuh saat rapat kordinasi di pendopo Kecamatan tegal Barat kota Tegal

suasana ricuh saat rapat kordinasi di pendopo Kecamatan tegal Barat kota Tegal

Kota Tegal, Hariansiber – Rapat kordinasi penyelesaian masalah Pokdarwis Muarareja Indah kelurahan Muarareja di balai pendopo kecamatan Tegal Barat kota Tegal, Selasa (14/07/2020) berlangsung ricuh.

Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala kantor Kecamatan Tegal Barat Endah Partiwi. Rapat itu juga dihadiri oleh Kepala Kepolisian Sektor Tegal Barat Kompol Sugeng, Danramil 01/Tegal Barat Kapten Inf Bambang Kalisno, Lurah Muarareja Zaenal Asikin, Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Abdan Harimurti, tokoh Agama kota Tegal KH.Misbachul Mustofa. Jajaran Penasehat dan pengurus Pokdarwis dan tamu undangan.

Pantuan di lokasi rapat, awalnya rapat berjalan damai saat Camat Tegal Barat membuka dan menjelaskan maksud dan tujuan rapat. Kemudian tensi rapat sedikit naik saat Kepada Bidang Pariwisata Abdan Harimurti menjelaskan mekanisme dan peraturan. Suara teriakan intrupsi dari seorang yang diketahui bernama Carito, dan disusul oleh Suhardjo, yang meprotes tidak mengarah pada tema rapat. Bahkan aksi oknum tersebut membuat Kabid Pariwisata Abdan Harimurti menghentikan penjelasannya.Bahkan suasana bertambah panas saat Suhardjo yang tidak mau berhenti bicara mendapatkan interupsi dari beberapa tamu undangan.”Bapak – bapak ini bisa menghargai kami tidak, kalau tidak menghargai rapat ini atau bagaimana,”kata Abdan kepada tamu undangan.

Suasana sebenarnya bisa kembali dikendalikan dan rapat dilanjut dengan penjelasan oleh ketua Pokdarwis Muarareja Indah, perihal kronolgi munculnya masalah di kawasan Pantai Muarareja Indah. Namun kericuhan terjadi saat oknum warga tiba- tiba berbicara keras dan mengamuk tidak menerima penjelasan Ketua Pokdarwis Muarareja Indah Ranyan yang baru menyampaikan penjelasnnya. Bahkan beberapa kelompok oknum warga ini berusaha menyerang pengurus dan salahsatu penasehat Pokdarwis Muararareja dan nyaris adu fisik. Beruntung sejumlah aparat kepolisian berpakaian preman dan warga lainnya membantu meredam aksi “provaktor dan penyerangan” ditengah rapat berlangsung.

Ketua Pokdarwis Muarareja Indah Ranyan mengatakan, ricuh pada rapat itu dipicu adanya oknum warga yang tidak tertib dan taat rapat berlangsung. ” Kami pengurus dan penasehat pokdarwis, bersikap ramah dan santai dalam rapat, mengikuti semua tahapan demi tahapan, bahkan saat kami diserang dengan cacian dan tudingan yang tidak bisa dibuktikan kami tetap bersabar. Namun giliran pihak kami diberi kesempatan menjelaskan dan meluruskan kronologi masalah, tiba – tiba mereka ( Harjo dan Kawan -kawan ) marah dan mengamuk tanpa alasan yang jelas, kami yakin ini ada dugaan kuat rapat ini seperti diseting dan ada oknum yang diduga sengaja ingin agar rapat ricuh, sehingga dengan keributan- keributan yang selalu terjadi dapat menjadi alasan atau dasar bagi orang atau kelompok orang yang tidak suka dengan keberadaan pokdarwis Muarareja Indah, agar dibubarkan atau dibekukan, kami sayangkan aksi provaktor tersebut dibiarkan tidak ada tindakan tegas dari aparat kepolsisian yang saat itu ada, bahkan didepan Kapolsek Tegal Barat itu terjadi ,” jelasnya.Red/Mak

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )