Tahar Akui Bebaskan Lahan Bagiannya Ke Provinsi

2 min read

Hariansiber.com|Tanjungpinang-terkait lahan Sanusi yang diklaim sudah dibebaskan Provinsi, akhirnya media ini berhasil menemui Tahar(75) merupakan saudara kandung Raha, ibu dari Rosita istri Murad. pria kelahiran tahun 1948, itu merupakan sulung dari 9 bersaudara. Ia berdiam di penyengat. Dijumpai Media Hariansiber.com, bersama pewakilan Sanusi Een Saputro, Selasa (15/11) pria bertubuh tinggi ini bercerita terkait lahannya yang berada di pulau Dompak.

Sesekali ia terbatuk dengan tubuh ringkihnya. Ia mengakui mediang ayahnya meninggalkan tanah yang cukup luas 12 ha. sepeninggal ayahnya, tanah tersebut dibagi-bagi dengan saudaranya. yang ketika itu berjumlah 6 orang, 3 orang sudah almarhum. masing-masing menerima warisan 2 ha termasuk Raha, mertua Murad.

Namun khusus Raha saudaranya itu Raha mengurus sendiri bagiannya tidak ikut membebaskan lahannya dengan Tahar. lalu dibuatlah surat baru tahun 2006, saat pembebasan provinsi. ia juga mengakui dana yang diterimanya diwakili oleh anaknya Jumari yang di foto. Dengan nilai Rp 5000/permeter.

ia juga menjelaskan hamparan tanahnya itu sehamparan dengan dinas sosial provinsi. Tidak kena mengena dengan lahan yang di beli Sanusi disamping dinas pendidikan Kepri.

ia juga mengaku tidak tahu jika Raha menjual lahannya kepihak Sanusi. tetapi ia tidak memungkiri ia sering mendapat kabar miring soal Murad yang suka menjual lahan. ia juga mengaku pernah mendengar Murad mendapat uang cukup besar dari hasil penjualan lahan di Dompak. bahkan kabar Raha sudah menjual lahan pun ia dengar setelah 2 bulan itupun dari orang-orang Dompak. “iye, kami dapat info dari tetangga dan orang-orang sanalah”, katanya dengan logat Melayu yang masih kentara

usai mendapat keterangan dari Tahar media ini berusaha menjumpai ketua RW 04 kampung lama, Dompak m. Din
pria bertubuh tambun ini merupakan orang lama dompak dan sedikit banyak paham dengan penduduk Dompak beserta pergantian perangkat Rt/ RW bahkan berbagai kejadian dan juga pemilik lahan.

M.Din mempertanyakan surat Sanusi yang ada tanda tangan RT atas nama Mahmud Hamid. Menurutnya Mahmud Hamid memang Rt tetapi tidak diwilayah dusun V, dengan kepala dusunnya Edy robertus (almarhum)tetapi didusun I (dulu dibagi menjadi dusun). kemudian ada cap camat atas nama Daria tetapi tidak ada tanda tangan. kemudian ketikan disurat yang dicurigai dipalsukan itu di ketik mengunakan karbon alias tidak asli. “mana yang asli itu nampak dari ketikannya”, singkatnya.

bahkan penduduk Dompak yang juga cukup dikenal meminta namanya tidak disebutkan menambahkan, “Kalau beli lahan dengan Murad, hancurlah. lahan yang sudah dijual bisa dijual lagi”, tukasnya. (Lanni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *