“TALKSHAW”  JUAL BELIKAN ROKOK ILEGAL KENA SANKSI PIDANA

“TALKSHAW”  JUAL BELIKAN ROKOK ILEGAL KENA SANKSI PIDANA

Slawi, Hariansiber – Sinergitas Kantor Bea Cukai Satpol PP Kabupaten Tegal patut dipertahankan dalam melakukan Edukasi pada masyarakat melalui kegiatan Bincang kreatif dengan Tema “Penegakan Hukum terhadap Rokok Ilegal ”. kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman masyarakat terkait upaya pencegahan penindakan hukum terhadap rokok illegal. Sehingga masyarakat  dapat menghindari dan  tidak memperjual belikan rokok illegal serta melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya peredaran dan jual beli rokok illegal .

Taikshaw yang diselenggarakan oleh LPPL Radio Slawi FM bekerjasama dengan Diskominfo  hadir Kepala Subseksi penyidikan dan Barang Hasil penindakan Kantor Bea dan  Cukai Nur Rahmat Setiawan , Kepala Seksi Pembinaan, pengawasan dan penyuluhan Satpol PP Tabah Topan Widodo Kasubag SDA Bagian Ekbang Kabupaten Tegal Bintang Suryowicaksono sebagai Nara sumber yang  disiarkan secara live di kanal youtobe pemkab.tegal Selasa 15/9/2020.

“jual beli rokok illegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan atau denda, sesuai dengan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, menjual belikan rokok illegal juga mengurangi pendapatan negara dari sektor cukai. Pendapatan negara dari hasil  cukai dan hasil  tembakau cukup besar. “Oleh karena itu peredaran rokok illegal perlu kita awasi”, Kata Nur Rahmat Stiawan

Lebih Lanjut Nur Rahmat Stiawan  menjelaskan upaya Penegakan Hukum terhadap peredaran Rokok Ilegal dikabupaten Tegal Pihaknya telah bekerjasama dengan Satpol PP dalam  Melakukan pengawasan peredaran Rokok Ilegal di toko, kios dan para pedagang rokok yang ada di beberapa wilayah di Kabupaten Tegal.

Advertisement

“Cukai adalah Pungutan Negara konsumsinya, peredaranya, pemakainaya perlu diawasi salah satunya Cukai Hasil Tembakau dan apabila ditemukan pelangaranya kita tindak” Jelas Nur Rahmat Stiawan.

Kemudian Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Tabah Topan Widodo Menambahkan  untuk mendukung Kantor Bea dan Cukai dalam Pencegahan dan Pengakan Hukum terkait  Peredaran Rokok Ilegal  pihaknya telah melakukan  kegiatan Operasi di 18 Kecamatan dengan sasaran Toko , Kios dan Pedagang Rokok guna pemgumpulan Informasi keberadaan Rokok Ilegal .

“ Operasi setidaknya 2 kali dalam setahun dan Hasil operasi dilapangan temuanya kita laporkan ke kantor Bea dan Cukai Tegal guna tindakan lebih lanjut, Kata Tabah Topan W.

Kasubbag Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Tegal Bintang Suryowicaksono, menjelaskan terkait DBHCT Kabupaten Tegal tahun 2020 sebesar Rp. 7.276.449.000,- digunakan untuk mendanai program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi dibidang Cukai dan pemberantasan barang kena Cukai Ilegal.

“Tujuan program tersebut adalah untuk menanggulangi dampak negative  rokok, dampak kebijakan cukai hasil tembakau dengan sasaran prioritasnya petani tembakau dan tenaga kerja pabrik Rokok. Kata Bintang Suryowicaksono.

Penggunaan DBHCHT juga pada bidang kesehatan untuk mendukung program jaminan Kesehatan Nasional paling sedikit 50% dari DBHCHT yang diterima daerah dan program pembinaan lingkungan sosial bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat meliputi bantuan pengembangan tanaman komoditas perkebunan seperti Kopi dan kakao bagi pekebun tembakau, Pungkasnya.Red/Hs

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )