Tanggulangi Banjir Blitar, Wabup Rahmat Santoso Kunjungi Rumah Pengungsian

2 min read

HARIANSIBER.COM|BLITAR – Lima Kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar bagian selatan terdampak bencana banjir yang terjadi pada Senin (17/10/2022). Bahkan sejumlah warga di Kecamatan Sutojayan memilih mengungsi lantaran takut terkena terjangan derasnya banjir dari sungai yang meluap.

Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso lantas meninjau langsung kondisi warganya di tempat pengungsian di wilayah Kecamatan Sutojayan. Di sini Wabup Blitar juga memimpin koordinasi langsung pada jajarannya pada Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Guna melakukan terbaik dalam menanggulangi bencana yang ada serta mengevakuasi warga yang terdampak dengan baik.

“Kita koordinasi terus untuk mencukupi keperluan para pengungsi ini. Saya minta kepala desa, lurah dan kepala dinas terkait  untuk terus update kebutuhan. Apa saja yang diperlukan pengungsi,” terang Wabup Blitar Rahmat Santoso.

Wabup meminta evakuasi korban yang terdampak memprioritaskan lansia, difabel, balita dan ibu hamil. Serta untuk dinas terkait juga diminta secara aktif melakukan pendataan kebutuhan-kebutuhan diperlukan warganya yang mengungsi. Dengan begitu Pemerintah Kabupaten Blitar bisa dengan cepat menerjunkan bantuan dan logistik.

“Saya minta semuanya bergerak tanggap, cepat dan tepat, tanpa menunggu perintah langsung mengambil tindakan. Semoga tidak ada korban jiwa, semuanya selamat dan kondisi segera membaik,” tegas wabup.

Wabup Blitar Rahmat Santoso meninjau gorong-gorong tersumbat untuk segera ditanggulangi agar tidak terjadi banjir parah.

Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Betryanto menambahkan BPBD telah melakukan evakuasi dan langsung turun ke lapangan untuk memindahkan warga ke tempat yang lebih aman. BPBD Kabupaten Blitar juga telah menurunkan sejumlah petugas siaga ke beberapa titik lokasi.

“Kami sudah siapkan perahu karet dan peralatan lain untuk mengevakuasi warga,” terangnya.

Banjir ini pun terjadi akibat hujan yang terjadi semalaman sejak Minggu (16/10/2022) hingga pada Senin (17/10/2022) sungai-sungai di wilayah Blitar selatan meluap. Seperti di Bendungan Serut Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, yang membendung Sungai Brantas sampai menyentuh batas tertingginya hingga harus membuka semua pintu air, serta membunyikan sirine peringatan bahaya.

Meski sejauh ini belum ada korban jiwa akibat banjir. Sejumlah hewan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam dilaporkan hanyut hilang terseret banjir.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Ngenai, Kecamatan Wonotirto, Iwan Haris Efendi bahwa banjir di wilayahnya itu menenggelamkan sejumlah jalan, lapangan dan menghanyutkan beberapa lapak di pasar yang ada di sekitar sungai.

“Dugaan penyebab banjir bandang ini, sungai tidak mampu menampung aliran air yang deras dari arah atas perbukitan hutan yang gundul. Karena tidak mampu menahan air, akhirnya sungai meluap dan terjadi banjir bandang,” ujarnya.

 

Penulis: Meidian Dona Doni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *