TERBUKTI MENERIMA UANG SETORAN ARISAN TERDUGA KADES PUTAT MALAH NGAKU MENJADI KORBAN

2 min read

GROBOGAN ( Jawa Tengah ) , hariansiber.com – Munculnya sebuah video klarifikasi dari kepala Desa Putat kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Jawa Tengah terkait dugaan keterlibatannya dalam kegiatan arisan mobil Pada 2007 silam yang berujung memunculkan korban Sholikul warga Brati , justru oknum kades yang juga menjadi panitia arisan tersebut , berpotensi tersandung ke ranah pidana bersama panitia lainnya.

 

Pasalnya dalam keterangannya melalui unggahan video di YouTube IPJT TV tersebut , Kepala Desa Putat justru mengaku menjadi korban arisan , meski secara bukti kwitansi Kepala Desa Putat tersebut menerima titipan setoran arisan dari korban .

 

Dalam pemberitaan sebelumnya , Sholikul warga Brati mengaku menjadi korban arisan mobil yang di kelola oleh oknum kades Putat. Dalam keterangannya, Sholikul selama menjadi anggota arisan selalu aktif membayar arisan sejumlah Rp.650.000 x 55 bulan .” Meski saya jarang ngumpul pas arisannya , tapi saya selalu aktif membayar setoran arisan melalui pak Ustadzi selama 55 kali , tapi hingga arisan tersebut di bubarkan saya belum pernah dapat mobil ataupun uang saya di kembalikan hingga sekarang “. Terang Sholikul.

 

Dengan adanya korban yang tak kunjung di kembalikan uang setorannya , Ketua Lembaga Bantuan Hukum Lidik Krimsus untuk kabupaten Grobogan ( Toufik) selaku penerima kuasa dari Sholikul ( Korban ) , akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut baik secara kekeluargaan ataupun secara hukum .

 

” Ini permasalahan sudah cukup lama belum terselesaikan , untuk itu langkah yang saya ambil yaitu dengan melakukan teguran secara hukum ( Somasi ) dalam 3 x 24 jam kepada pak Ustadzi”. Tegasnya. Selasa ( 14 /06/22)

 

Toufik menambahkan ” Apabila somasi yang kami layangkan tidak di indahkan , maka kami akan segera membuat laporan resmi ke kepolisian “. Imbuhnya.

 

Sulitnya dari pihak panitia untuk di konfirmasi sebagai keberimbangan berita , menjadikan dugaan arisan fiktif tersebut di indikasikan ada unsur kesengajaan dari panitia arisan .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.