Tipu Puluhan Calon TKI di Tulungagung, Tante Cantik Pemilik PJTKI Abal-abal Diciduk Polisi

Tipu Puluhan Calon TKI di Tulungagung, Tante Cantik Pemilik PJTKI Abal-abal Diciduk Polisi

HARIANSIBER.COM|TULUNGAGUNG – MS (34), pemilik PT Cahaya Bina Insani atau PJTKI abal-abal diciduk anggota Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung. Pasalnya, tante cantik asal Desa/Kecamatan Rejotangan itu diduga melakukan penipuan terhadap puluhan calon TKI. Tak tanggung-tanggung, jumlah uang yang digelapkan mencapai miliaran rupiah.

“Sejauh ini ada 26 calon TKI yang menjadi korban MS,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto melalui Kasi Humas Iptu Nenny Sasongko Rabu (8/9/2021).

Nenny mengatakan, modus operandi yang dilakukan MS yakni dengan menjanjikan para korbannya menjadi TKI di Jepang dan Polandia. Penipuan berkedok PJTKI tersebut, akhirnya berhasil diungkap setelah ada 2 korban yang melapor ke polisi. “Kerugian mencapai milyaran rupiah, karena setiap calon TKI harus menyetorkan sejumlah uang,” imbuhnya.

Masih menurut Nenny, berdasarkan serangkaian penyelidikan dan keterangan saksi ahli, MS akhirnya diamankan. Wanita kelahiran Blitar itu adalah Kepala LPK PT Cahaya Bina Insani sekaligus orang yang menerima uang dari 26 calon TKI yang dijanjikan akan diberangkatkan ke Jepang dan Polandia.

“Tetapi sesuai aturan yang berlaku, PT Cahaya Bina Insani Group yang beralamat di Desa/Kecamatan Rejotangan ini hanya melatih/memberikan pelatihan bahasa yakni Jepang, Inggris, Kantonis dan Mandarin, bukan untuk menempatkan keluar negeri,” ungkapnya.

Nenny menambahkan, PT Cahaya Bina Insani Group memang bisa merekrut PMI karena mempunyai surat tugas dan PKWT dari PT Alqurnny Bagas Pratama. Namun, PT tersebut hanya memiliki SIP3MI ke negara tujuan Hongkong, Singapura, Malaysia, Kuwait dan Turki. “Jadi bukan ke Jepang maupun Polandia. Hal ini dikuatkan juga dengan keterangan saksi ahli dari Dinsosnaker,” jelasnya.

Kepada petugas usai ditangkap, MS mengaku uang sebesar Rp 1.065.000.000 telah ditransfer kepada seseorang bernama Esy Praswati. Esy adalah seseorang yang dikenal melalui telepon untuk menerima 26 TKI di Jepang dan Polandia.

“Anggota masih mendalami keterangan tersangka terkait orang yang sudah disebutkan tersebut. Karena, setiap keterangan, harus dilandasi bukti nyata. Tidak hanya berdasarkan pengakuan saja,” kata wanita dengan dua balok dipundaknya itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka MS akan dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 69 UU RI No. 18 Th 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dan Pasal 372 atau Pasal 378 KUH Pidana,” pungkasnya.

(yopi)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )