TRADISI SEDEKAH BUMI DI DESA HARJOWINANGUN – GODONG

3 min read

GROBOGAN, hariansiber.com -Sedekah bumi atau apitan istilah orang Jawa merupakan sebuah tradisi masyarakat Jawa yang sudah di lakukan secara turun temurun merupakan bentuk rasa syukur dan berterima kasih kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan kali ini masyarakat Desa Harjowinangun Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan merasa senang dan gembira dengan di perbolehkannya kembali kegiatan-kegiatan oleh Pemerintah,hampir 3 tahun ini Desa Harjowinangun tidak mengadakan kegiatan sedekah bumi(apitan) yang sebelumnya setiap tahun selalu di adakan.

Bertempat di rumah Kepala Desa Harjowinangun masyarakat berbondong bondong untuk melakukan acara kegiatan sedekah bumi (apitan) dengan membawa ambengan (bancaan)komplit serta Ingkung ayam panggang yang siap untuk di makan di santap bersama sama tentunya setelah di doakan oleh Sesepuh Desa .Kamis (10/06/22 ).

 

Kepala Desa Harjo Winangun (Gusman)berharap ” Melalui tradisi ini seluruh warga masyarakat Harjowinangun agar di beri banyak limpahan Rizqi dan di jauhkan dari marabahaya oleh ALLAH SWT,Tuhan yang Maha Kuasa,sedekah bumi (apitan) juga bisa mempererat rasa persaudaraan antar warga ,selain itu sedekah bumi (apitan) juga bertujuan meneruskan ,melestarikan budaya Jawa,dan alhamdulilah untuk tahun ini kita bisa kembali mengadakannya,yang jelas kegiatan ini kita artikan dari sisi positif “.Tutur Kades Gusman

Dalam rangkaian prosesi  di awali dengan mencangkul,dilanjutkan,siraman,pecutan(cambukan) yang tentu mempunyai makna tersendiri .

Seperti mencangkul diartikan sebagai  Desa Harjowinangun mayoritas penduduk adalah petani,maka kita harus giat dalam bertani,

Siraman berarti kita harus bisa memanfaatkan sumber air dalam kehidupan sehari hari dan cambukan atau pecutan berarti kita harus lebih giat,semangat dalam bekerja.

Selain itu Kades (Gusman) juga menyampaikan hidup itu harus memenuhi 2 perkara,”1.hidup itu harus bikin orang lain jadi lega bukan harus bikin gelo(kecewa)

2.” Tangane kudu kemprembyah (tangan harus gerak)otomatis pasti dapat Rizqi sehingga janggutnya obah(gerak) coba kalau tangannya di genggam otomatis janggutnya mingkem kalau tidak bekerja tidak dapat rizqi “.kata Kades Gusman

Hadir dalam acara sedekah bumi diantaranya seluruh Perangkat Desa Harjowinangun,Camat Godong ,Bambang Hariyono SH,Sekcam Sudarta Kuswara juga warga masyarakat Desa Harjowinangun dan beberapa undangan lain.

Dalam acara sedekah bumi (apitan) bisa terlihat warga masyarakat Desa Harjowinangun benar-benar tampak merasa senang dan gembira, yang jelas dari kepemimpinan Pak Kepala Desa (Gusman) sekarang ini banyak perubahan baik dari unsur Pemerintahan maupun dalam kemasyarakatan juga segi pembangunan Desa,penyampaian tersebut di sampaikan oleh salah satu warga (Suwarto 48) ketika di temui Hariansiber.com di sela -sela kegiatan apitan, menurut saya pribadi juga bisa di tanya ke warga lain nanti penyampaiannya pasti sama juga.kata Suwarto dengan sedikit senyuman

Masyarakat Desa Harjowinangun merasa senang dan terhibur dengan adanya beberapa suguhan hiburan dalam kegiatan sedekah bumi kali ini pasalnya semua sudah di persiapkan oleh Kepala Desa ( Gusman),”pada siang hari di adakan pertunjukkan pagelaran wayang kulit dengan lakon,”Boyong Dewi Sri,”filosofinya di bumi Harjowinangun ini semoga masyarakatnya semua akan di berikan keberkahan dan di berikan pertolongan melalui Dewi Sri yakni dengan bercocok tanam bertani , untuk malam harinya di lanjutkan pertunjukkan ketoprak dengan lakon Joko suro atau pangeran jolang.  RED

Penulis : Suwarno

Sumber : JMI ( Heru Gunawan )

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.