Urgensi dan Mimpi tersandung Legitimasi, Atlet Binaraga Jawa Timur Menanti Solusi

Urgensi dan Mimpi tersandung Legitimasi, Atlet Binaraga Jawa Timur Menanti Solusi

HARIANSIBER.COM – MALANG. Olahraga binaraga di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Sempat tidak mendapat persetujuan dari beberapa pejabat negara pada era tahun 70-an, pada akhirnya dukungan diperoleh untuk mengesahkan binaraga menjadi salah satu cabang olahraga di Indonesia. Selain itu, butuh proses 5 tahun untuk akhirnya binaraga memiliki naungan organisasi di bawah KONI dan bergabung dengan cabang olahraga angkat besi, sebuah asal mula organisasi PABBSI berdiri.

Di bawah PABBSI, nyaris selama 5 dekade, berbagai prestasi binaraga baik di tingkat daerah, nasional, hingga kancah internasional diraih oleh Indonesia. Lebih penting dari itu, perkembangan jumlah atlet binaraga di Indonesia begitu menggembirakan. Prestasi merupakan sebuah hal yang penting, namun pembinaan atlet yang kuat menjadi fondasi kuat untuk tujuan jangka panjang.

Olahraga binaraga di bawah PABBSI bukan tanpa dinamika. Argumentasi agar pembinaan olahraga binaraga diserahkan ke federasi olahraga tersendiri (Federasi Binaraga Indonesia-red) sudah terdengar sejak lama. Upaya reorganisasi pun telah menjadi pertimbangan di era beberapa ketua KONI dengan tujuan agar pembinaan olahraga binaraga berjalan lebih efektif karena selama ini dianggap terjadi sebaliknya dengan adanya lebih dari satu cabang olahraga di bawah naungan PABBSI.

Cita cita tersebut akhirnya terwujud pada tahun 2020 ini. PABBSI resmi bertransformasi menjadi 3 (tiga) organisasi, Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) , Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi), dan Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI). Selain hal ini merupakan tindak lanjut dari permintaan federasi olahraga International Weightlifting Federation (IWF), reorganisasi PABBSI tentu ditujukan agar pembinaan masing-masing cabang olahraga dapat berjalan lebih efektif demi memajukan cabang olahraga di Indonesia.

Adanya reorganisasi tentu perlu ditindaklanjuti dengan penyesuaian organisasi vertikal di bawahnya. Di sinilah bermula terjadinya berbagai dinamika. Provinsi Jawa Timur merupakan gudang atlet dan prestasi untuk berbagai cabang olahraga, termasuk binaraga. Deretan Medali dan Trophy, serta perkembangan olahraga binaraga dan dunia fitness di Jawa Timur menunjukkan tren yang amat baik.

Hal ini tentu saja tidak boleh disia-siakan dan harus diperjuangkan oleh organisasi naungan guna menciptakan dunia binaraga dan fitness Jawa Timur yang lebih gemilang. Sayangnya, cita-cita mulia tersebut harus tersendat oleh berbagai kendala. Organisasi yang menaungi cabang olahraga merupakan wadah di mana atlet dan masyarakat Indonesia menitipkan cita-cita dan harapannya, wadah di mana dititipkan berbagai sumber daya untuk dikelola dengan baik dan penuh integritas demi tercapainya visi misi.

Organisasi tersebut tentu perlu dibentuk dengan keabsahan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar para atlet yang bernaung di bawahnya terjamin kepastian hukum dalam melaksanakan berbagai kegiatan baik pembinaan hingga kompetisi. Reorganisasi dilakukan di pertengahan tahun 2020, Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Sea Games di depan mata, beberapa hal ini menjadi tantangan bagi PBFI untuk berlari jika tak ingin tertinggal.

Legitimasi, Administrasi, dan Pembinaan Atlet itu sendiri menjadi hal-hal yang harus dilaksanakan seiring sejalan secepatnya, pun di tengah pandemi ini. Sinergi antara organisasi menjadi hal yang mutlak diperlukan. Dalam pembentukan PBFI di tingkat Provinsi, regulasi mensyaratkan salah satunya adalah rekomendasi KONI setempat. Namun sayang, di Jawa Timur, prosedur yang seharusnya dilalui tersebut menjadi sengkarut, sederhana namun menjadi berbelit pada praktiknya.

Adalah di Jawa Timur, sebuah Propinsi segudang prestasi olahraga, yang seharusnya segera ikut berlari dalam pembinaan atlet binaraga, justru berpotensi mandek karena terdapat sebuah prosedur yang dilewati. Legitimasi organisasi yang seharusnya menjadi fondasi berpotensi bermasalah. Prosedur rekomendasi KONI provinsi yang seharusnya

wartwan : jarwo

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )