Walikota Santoso Dorong Seluruh Kelurahan di Kota Blitar Miliki Kampung Pancasila

2 min read

Walikota Santoso menandatangi prasasti pencanangan Kampung Pancasila di Kelurahan Rembang.

HARIANSIBER.COM|BLITAR – Walikota Blitar Santoso meresmikan Kampung Pancasila di Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (25/3/2022). Menjadikannya percontohan yang nantinya seluruh Kelurahan di Kota Blitar juga digagas memiliki Kampung Pancasila.

Bertepatan Hari Jadi Kota Blitar 116, Peresmian Kampung Pancasila di Kelurahan Rembang diawali jalan sehat, makan gratis, dan juga digelar Peresmian Balai Pertemuan di Kantor Kelurahan. Di kesempatan itu walikota mengajak masyarakat mendukung Kampung Pancasila. Mengingat Kota Blitar lah yang mempunyai sejarah dicanangkannya hari lahir Pancasila tanggal 1 Juni menjadi hari libur nasional, dengan semangat masyarakatnya melestarikan budaya Grebeg Pancasila.

“Kota Blitar ini adalah disemayamkan makamnya seorang tokoh proklamator sekaligus penggali Pancasila Insinyur Soekarno oleh karena itulah kita berharap jiwa nafas ruh perjuangan dari Bung Karno, bagaimana bisa menyebar di seluruh kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Blitar,” kata Walikota Blitar Santoso.

Santoso mengatakan, saat dari 3 Kecamatan di Kota Blitar masing-masing ada 1 kelurahan yang telah mempunyai Kampung Pancasila. Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul dan Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo lebih dulu dicanangkan sebelum Kampung Pancasila di Kelurahan Rembang.

Nantinya 21 Kelurahan dari 3 Kecamatan di Kota Blitar, Santoso mengharapkan juga memiliki Kampung Pancasilanya sendiri. “Nanti dari 21 kelurahan akan kita gelorakan yang namanya kampung-kampung Pancasila. Karena yang menggali Pancasila itu tidak lain Bung Karno yang di semayamkan di Kota Blitar. Ini sesuatu hal yang positif yang harus kita gelorakan secara terus,” ujarnya.

Di Kampung Pancasila ini berisi pernak-pernik yang mengedukasi masyarakat tentang sejarah dan penjelasan tiap sila dalam Pancasila. Seperti di Kampung Rembang ini dipasang banner atau baliho sejarah Pancasila dipasang di dinding kosong di tepi jalan. Juga sebuah patung monumen Pancasila ditempatkan di Posko Pancasila yang bisa digunakan anak muda berkumpul menggelar kegiatan.

“Jadi ini bagian mendidik anak-anak kita sejak dini. Sehingga butir-butir yang ada di dalam Pancasila diimplementasikan dan menjadi nafas dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” harap walikota yang dikenal peduli wong cilik ini.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Kota Blitar, Toto Robandiyo mengatakan bahwa Pemerintah Kota Blitar memberi kebebasan tiap kelurahan mengusung konsep awal dalam mengimplementasikan Pancasila.

Dicontohkannya di Kampung Pancasila Kelurahan Sentul, mengusung konsep toleransi keberagamaan, melihat kelurahan ini memiliki 5 rumah ibadah mulai dari Masjid, Gereja, Pura dan Wihara.

“Kalau Kelurahan Rembang ini konsepnya adalah Budaya dalam mengimplementasikan Pancasila. Setelah ini ada rencana di Kelurahan Bendogerit konsepnya Kebangsaan karena ada Makam Bung Karno di sana. Jadi nantinya 21 Kelurahan ada dengan konsep masing-masing dan akan dibantu pemerintah dengan OPD-OPD dalam mengembangkannya juga menggandeng Perguruan Tinggi untuk penelitiannya penggalian konsepnya,” terangnya.

 

Penulis : MEIDIAN DONA DONI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.